Kawasan Obyek Wisata Pegunungan Dieng Wonosobo Jawa Tengah

Kang Sun | 1:21:00 AM | 13 komentar




Diantara beberapa bangunan candi yang ada di wilayah Jawa Tengah, selain Candi Borobudur dan Candi Prambanan, adalah Candi Dieng yang ada di kompleks pegunungan Dieng Wonosobo yang merupakan aset wisata lokal yang perlu juga kita jaga dan lestarikan

Pegunungan Dieng merupakan kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.Untuk letaknya sendiri berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.



Namun apabila dilihat secara administrasi, Dieng merupakan wilayah yang terbagi atas dua bagian, yaitu Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Tujuan wisata yang dapat kita nikmati di kawasan Dieng ini adalah eksotika pemandangan yang cukup mengagumkan, ada banyak objek yang bisa dinikmati disini.

Pertama kali memasuki kawasan Dieng ini, kita akan ditarik biaya masuk kawasan sebesar Rp.2.000 per orangnya, dan juga tarif masuk transportasi yang juga sama sebesar Rp.2.000.



Yang kemudian dipungut kembali biaya memasuki wahana obyek sebesar Rp.20.000 per orangnya.Tarif sebesar Rp.20.000 ini menurut saya bukanlah tarif yang mahal, karena dikawasan Dieng ini kita bisa menikmati beberapa obyek wisata yang mempesona.Diantaranya adalah sebagai berikut :

1.Gardu Pandang Dieng




Dari Gardu Pandang ini kita bisa menikmati keindahan panorama daerah sekitar kaki pegunungan Dieng dari atas.Atau sejenak beristirahat dan membuat kenangan dengan aksi foto bersama teman maupun keluarga.

2.Telaga Warna



Telaga Warna, merupakan salah satu telaga yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, disini kita bisa menikmati indahnya pesona telaga yang mempunyai beberapa warna.


3.Kawah Singkidang



Kawah ini merupakan kawah yang lubang kawahnya selalu berpindah.Diambil dari nama jawa Si Kidang atau Si Kijang ( nama hewan ), merupakan hewan yang lincah dan cekatan dan sering berpindah pindah tempat atau tidak jenak berdiam diri.

4.Kompleks Candi Dieng



Selain indahnya eksotika pemandangan, tak kalah menarik pula adalah objek sejarah arsitektur yang ada di kawasan  Dieng ini.Adalah Candi Dieng yang pertama kali temukan kembali pada tahun 1814.

Luas keseluruhan kompleks Candi Dieng mencapai sekitar 1.8 x 0.8 km2. Candi-candi di kawasan Candi Dieng terbagi dalam 3 kelompok dan 1 candi yang berdiri sendiri yang dinamakan berdasarkan nama tokoh dalam cerita wayang yang diadopsi dari Kitab Mahabarata. Ketiga kelompok candi tersebut adalah  sebagai berikut ;

1.Kelompok Arjuna ( candi arjuna, sembadra,semar )
2.Kelompok Gatutkaca
3.Kelompok Dwarawati
4.Candi Bima ( Candi yang berdiri sendiri )

5.Museum Kailasa



Museum yang didalamnya berisi tentang artefak dan cerita mengenai geologi, flora fauna, dan kesenian Dieng.Museum ini terletak hanya bersebelahan dengan candi Kompleks Candi Gatutkaca.


Dari beberapa obyek tersebut masih terdapat beberapa obyek lainnya seperti ; Sumur Jalatunda, Telaga Menjer, Telaga Pangilon, Telaga Merdodo, dan juga beberapa kawah seperti Kawah Candradimuka, dan Kawah Skeri.

Kawah didataran tinggi Dieng tergolong masih aktif, karena masih mengeluarkan belerang panas dan beberapa ada yang beracun. Jika anda tertarik untuk mengunjungi beberapa kawah yang terdapat di kawasan ini sebaiknya menanyakan kepada penduduk sekitar, kawah mana saja yang cukup aman untuk dikunjungi.

Seperti halnya ketika saya mengunjungi kawasan Dieng ini, minggu 22 september 2013, saya bertanya terlebih dahulu dan mencari info, namun pada saat itu kebetulan wisatawan diperbolehkan untuk sekedar melihat lihat dan berfoto, karena gas beracun sedang tidak aktif.Hanya efek dari bau belerang saja yang masih tetap menyengat hidung.
 
Salah satu kawah yang terkenal adalah kawah Candradimuka, yang dinamai menurut cerita bahwa Gatut Kaca dilebur dikawah tersebut.Untuk melihat kawah ini, kita akan dihadapkan dengan jalan menanjak dan jalan yang berliku sangat tajam.

Untuk nama Dieng sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "Di" yang berarti tempat, dan "Hyang" yang berarti dewa pencipta.Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Namun penduduk setempat sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata "edi" yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan "aeng" yang berarti aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.

Untuk menuju Dataran Tinggi dieng ini, terdapat tiga akses jalur masuk saja, yaitu dari arah Pekalongan, Banjarnegara dan Wonosobo.Apabila Anda ingin mengunjungi Obyek Wisata dikawasan ini, Anda harus melalui salah satu satu dari tiga jalur akses tersebut

Jika Anda dari arah Semarang ( seperti yang saya lakukan  start awal dari Purwodadi, Grobogan ), ketika berangkat saya mengambil arah dari Semarang, Ambarawa, Temanggung, Parakan, Wonosobo, Dieng.Kemudian ketika pulangnya dari arah Dieng, Wonosobo, Parakan, Kedu, Temanggung, Kaloran, Sumowono, Bandungan, Semarang.

Sedangkan jika anda dari arah Yogyakarta sebaiknya mengambil dari arah Magelang dan terus menuju ke Wonosobo.

Walaupun dengan melalui jalan yang berliku serta jurang dengan dinding - dindingnya yang terjal di kiri kanan jalan, namun saat Anda telah tiba di lokasi, rasa cemas dan khawatir akan segera terobati dengan pemandangan yang telah berubah.Jurang dan dinding yang terjal, berganti dengan pemandangan baru.Dan bersiaplah Anda untuk menikmati pesona alam Dieng yang Eksotik ini.

Dataran tinggi Dieng, konon merupakan dataran tertinggi kedua setelah Nepal. Kawasan ini kerap diselimuti kabut tebal, dengan suhu dingin yang menusuk tulang dikarenakan berada di ketinggian diatas 2000 meter.

Kawasan Dieng ini terletak sekitar 26 km di sebelah Utara ibukota Kabupaten Wonosobo, dengan ketinggian mencapai 6000 kaki atau 2.093 m di atas permukaan laut.Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin. Temperatur berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Bahkan, suhu udara terkadang dapat mencapai 0°C di pagi hari, terutama antara Juli—Agustus.Penduduk setempat menyebut suhu ini sebagai bun upas yang artinya “embun racun” karena embun ini dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Dataran tinggi Dieng yang berada di ketinggian 2000 kaki dari permukaan laut ini dikelilingi oleh perbukitan dan memiliki tiga dataran.Yang konon dataran ini terbentuk, akibat letusan dashyat dari Gunung Merapi, hingga bagian puncak gunung terlempar.

*** ^ ***



Sudahkah Anda mengunjungi pesona alam di kawasan Dieng ini?Apabila belum segeralah untuk membuat jadwal dan menetapkan tanggal untuk segera mengunjunginya.Salam.

NB : Oh ya, dan jangan lupa untuk mencoba khasiat dari Purwaceng, oleh - oleh khas Obyek Wisata Kawasan Dieng ini! 



Dan semoga bermanfaat.

Category:

About Do You Know Indonesia ?:
Blog Do You Know Indonesia merupakan sebuah blog yang berisikan tentang semua hal mengenai Indonesia. Mulai dari kategori Bisnis Online Internet, Web Hosting, Musik, dll. . You can find about Indonesia here!http://sunotoaw.blogspot.com

13 comments:

  1. subhanallah.. keren banget tuh kang,,,
    kapan2 boleh tuh wisata kesana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, segeralah kesana,Sob, tapi jangan ngajak aku ya, wkkkkkkk....

      Delete
  2. mantaf mas bro ,aku pegen mrono rung keturutan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha...luangkan waktu untuk refreshing, Sob. " Mbendino lek kok kerjo wae, wkkkkk!

      Delete
  3. wah enak jg tuh ke dieng.....nanti liburan gue ke sana bang hehehe..tarifnya berapa???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum selesai bacanya ya, Sob?kayaknya udah aku tulis tuh biaya HTMnya...

      Delete
  4. obyek wisata dieng memang keren2. kapan2 saya mau ke sana dan mau main ke beberapa tempat yang belum saya kunjungi. sebelumnya saya sudah main ke telaga warna sama telaga pengilon, boleh lah nanti ke dieng lagi untuk nyobain naik gunung prau khusus untuk melihat golden sunrisenya. :)

    ReplyDelete