Buku Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman Karya KH Fahmi Basya

Kang Sun | 4:16 AM | 17 komentar




Judul Buku : Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman
Penulis       : KH Fahmi Basya
Penerbit     : Ufuk Press
Tahun        : 2012

Buku Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman yang ditulis oleh KH Fahmi Basya ini telah banyak menimbulkan pro dan kontra tentang mengenai kebenarannya, yakni asal usul dan sejarah candi borobudur.

Banyak yang mengecam mengenai kebenaran tentang sejarah borobudur yang diyakini sebelumnya merupakan bukti peninggalan sejarah dinasti syailendra di abad ke 8 masehi.

Namun disini tidak akan kita bahas mengenai benar apa tidaknya opini dan fakta yang ditulis oleh KH Fahmi Basya ini tentang candi borobudur.

Akan tetapi disisi lain kita bisa mengambil sisi positifnya kan hal ini, bukanlah menyangkal tentang apa yang diungkapakan oleh KH Fahmi Basya, melainkan menghargai atas jerih payah hasil karya orang lain.

Usaha yang dilakukan dalam menyusun buku ini bukanlah selama rentang tahun yang pendek.Bukanlah suatu penelitian yang hanya memakan waktu belasan tahun saja.Namun ide penulisan buku ini telah dirancang dengan melakukan ekspedisi yang cukup lama untuk mencari - cari bukti yang otentik.

KH Fahmi Basya telah memulainya sejak saya belum dilahirkan, yakni dimulai sejak tahun 1979 dan berakhir di tahun 2012 kemarin.Bisa kita bayangkan 33 tahun bukanlah waktu yang pendek bukan?

Didalam buku ini oleh KH Fahmi Basya dituliskan bahwa candi borobudur merupakan peninggalan dari Ratu Saba', yang dijelaskan dengan 40 bukti - bukti yang eksak dan ada hubungannya dengan Nabi Sulaiman sesuai dengan apa yang ada dalam Al Qur'an.

Buku ini bisa Anda dapatkan di toko -toko buku terdekat dikota Anda dengan harga resminya adalah Rp.59.000 yang diterbitkan oleh Ufuq Press.

Anda tertarik untuk membeli dan membacanya?Silahkan saja, dan benarkah bahwa Candi Borobudur, Merupakan Bukti Sejarah Dinasti Syailendra ataukah Peninggalan Nabi Sulaeman?


Category:

About Do You Know Indonesia ?:
Blog Do You Know Indonesia merupakan sebuah blog yang berisikan tentang semua hal mengenai Indonesia. Mulai dari kategori Bisnis Online Internet, Web Hosting, Musik, dll. . You can find about Indonesia here!http://sunotoaw.blogspot.com

17 comments:

  1. Semangat saya sangat menghargai KH Fahmi Basya ... Indonesia perlu orang2 cerdas seperti Beliau ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Sob, semangatnya yang harus kita tiru...

      Delete
  2. Dalam dunia pengetahuan, teori boleh salah, fakta atau data harus benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. O...begitu ya!....Apakah menurut Anda sendiri fakta dan data dari KH Fahmi Basya ada yang salah?Maaf saoalnya saya bukan seorang scientist....

      Delete
    2. Teorinya adalah mengarah ke borobudur, Faktanya Al-Quran, berarti KH Fahmi Basya tidak salah, karena yang penting punya dasar dan fakta yang tidak terbantahkan.

      Tetapi Teori sejarah yang digunakan adalah pendekatan statistik, jadi banyak yang pro-kontra itu biasa.

      tapi saya lebih percaya TEORI KH Fahmi Basya ketimbang teori sejarah dari pihak "barat" yang dasarnya masih dipertanyakan, terima kasih atas kesempatannya kepada saya untuk memberikan pendapat.

      Delete
  3. Terima kasih telah berpendapat....Saya kira soal mengutarakan pendapat itu bebas,hak azasi setiap individu, asal saja tidak mengandung unsur sara dan menyimpang!

    ReplyDelete
  4. Masuk akal sekarang...rupanya borobudur itu dibangun oleh Jin... pantas ilmuwan konstruksi dunia sampai sekarang masih bingung bagaimana bisa membangun bangunan seperti borobudur itu.. Dalam Alquran Nabi Sulaiman lah yang dikisahkan bisa menundukkan Jin atas ijin Allah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenai sejarah kita tidak tahu secara pasti, karena itu adalah milik nenek moyang dan hanya Tuhan lah yang mengetahuinya, walaupun terkadang ada pula yang mencoba merekanya, namun yang jelas, adanya dasar dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, setidaknya bisa membuat kita untuk sedikit berpikir...

      Delete
  5. Pendapat yg terlalu dipaksakan dan cmn menyangkut-pautkan saja, tidak ada satupun ulama yg berpendapat spt itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti komentar diatas bahwa ' yang penting punya dasar dan fakta yang tidak terbantahkan " jelas itu merupakan syarat utama dalam berpendapat atau mengemukakan suatu hal, namun bila Anda mempunyai dasar dan fakta yang berbeda tidak etis rasanya bila hanya berpendapat dengan menyalahkan begitu saja tanpa adanya dasar dan fakta yang jelas...
      Maaf komentar saya ini bukanlah menyangkut tentang membenarkan pendapat KH Fahmi Basya ataupun menyalahkan pendapat Anda, namun hanya sebatas mengacu dalam hal tata cara mengemukakakan pendapat yang benar....

      Delete
    2. ya seperti para peneliti terdahulu, mereka juga menyangkut pautkan dan mengira ngira saja

      Delete
    3. Apakah peneliti yang terdahulu memang tidak ada dasar faktanya yang jelas ?

      Delete
  6. 350 tahun menjajah indonesia,bukanlah waktu yg pendek untuk sekedar mengexploitasi negri ini,tapi juga menghapus ingatan sejarah beserta budayanya,perlu kita ingat bahwa saat jaman es,yg paling bisa di huni adalah katulistiwa,waktu itu eropa belum ada,mana mungkin budaya trjadi disana,yg logis adalah negara kita yg paling berbudaya,alasanx jelas,karena negara kita berpenghuni,eropa wktu itu adalah bongkahan es yang kosong

    ReplyDelete
  7. 1. aku hanya sedikit tanda tanya ketika sejumlah setupa di Candi Borobudur yang sekarang hasil pindahan dari kerajaan Ratu Balkis di Baka, dan hasil hitungan matematik KH Fahmi Basya sesuai Al Qurán, mengapa masih mensisakan stupa yang ada di Candi Baka, yang konon sama dengan stupa di Borobudur.

    2. Barangkali ada yang tahu nama-nama manusia pengikut Nabi Sulaiman, selain yang selama ini sering dikisahkan yaitu Ashif Barkhiya, adakah yang bernama Sudarman, Suparman, sualman, suratman, Sukirman,Sukitman, Sumarman, sukiman, subarman, atau Su...man Su .. man , lainnya yang jelas itu adalah nama-nama umum di jawa, apalagi di Sleman.....

    3. sampai sekarang di jawa masih banyak barang-barang yang konon di buat oleh Jin, yang sengaja digunakan untuk pengaruhi keimanan manusia..., jadi bukan mustahil Jin campur tangan dalam pembuatan candi borobudur.

    4. Apapun hasil penelitiah Pak KH FB, harus dihargai sebagai, kalaupun berbeda, ya buat penelitian ilmiah lain dengan metode lain ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat dengan nomor 4....

      Delete
    2. menurut Fahmi Basya, satu stupa di situr ratu boko adalah stupa yang tertinggal saat singgasana ratu boko dipindah dengan kecepatan 60.000 speed of light, dan bisa jadi nabi sulaiman meninggalkannya untuk diungkap dimasa depan bahwa itulah tempat asal stupa candi borobudur saat ini (subhanallah)

      Delete